Senin, 16 Januari 2017

Mikroskop



MIKROSKOP
MIKROSKOP
            Mikroskop berfungsi untuk melihat benda benda atau organisme yang berukuran sangat kecil.
            Seiring dengan kemajuan ilmu dan tekhnologi,jenis mikroskop dan kemampuan memperbesar benda juga semakin maju . ada beberapa mikroskop yang kita kenal yaitu:
CARA MENGGUNAKAN MIKROSKOP
1.      Mikroskop dibawa dengan tangan pertama menumpu bagian kaki mikroskop,sedang yang kedua memegang bagian pengangan mikroskop
2.      Dalamm keadaan tersimpan posisi lensa objektif dengan perbesaran lemah dan mikroskop berdiri tegak
3.      Saat melihat objek benda pertama kali dengan perbesaran lemah
4.      Jika bayangan tidak jelas jamgan menggunakan perbesaran kuat , gunakan perbesaran secara bertahap
5.      Bila mikroskoptidak digunakan, lampu mikroskop wajib dimatikan
6.      Saat mengganti lensa objektif harus dilihat, jangan sampai ada benturan antara lensa objektif degan specimen
7.      Jangan menggunakan cermin kearah matahari secara langsung karena dapat mengganggu pengeliahatan.
8.      Sebelum digunakan untuk meluahat objek, sebaiknya lensa dibersihkan dengan kertas lensa
9.      Saat mematikan lampu mikroskop sebaiknya dengan cara dikecilkan perlahan hingga lampu mati
10.  Saat penyimpanan, dekat ensa objektif diberikan silika gel dan lamp,(agar lensa tidk ditumbuhi mikroba)
CARA MERAWAT MIKROSKOP
1.      Mikroskop harus disimpan di tempat sejuk, kering, bebas debu dan bebas dari uap asam dan basa.Tempat penyesuaian yang sesuai ialah kotak mikroskop yang dilengkapi dengan silica gel, yang bersifat higroskopis, sehingga lingkungan sekitar mikroskop tidak lembab. Selain itu dapat pula diletakkan dalam lemari yang diberi lampu untuk mencegah tumbuhnya jamur, atau seperti gambar ini .
2.      Bagian mikroskop non optik, terbuat dari logam atau plastik, dapat dibersihkan dengan menggunakan kain fanel. Untuk membersihkan debu yang terselip di bagian mikroskop tersebut dapat digunakan kuas kecil atau kuas lensa kamera.
3.       Lensa-lensa mikroskop (okuler, objektif, dan kondensor) dibersihkan dengan menggunakan  tisue lensa yang diberi alkohol 70%. Jangan sekali-kali membersihkan lensa menggunakan sapu tangan atau lap kain.
4.      Sisa minyak imersi pada lens objektif dapat dibersihkan dengan xilol (xylene). Pada penggunaan xilol haruslah hati-hati, jangan sampai cairan xilol menempel pada bagian mikroskop non optik, karena akan merusak cat atau merusak bahan plastik, dan juga jangan menggunakan larutan ini kebagian lensa yang lain kecuali produsennya menyatakan bahwa tindakan tersebut aman.
5.       Sebelum menyimpan mikroskop, bersihkan selalu mikroskop tersebut, terutama hapus semua minyak imersi di permukaan lensa, sehingga partikel yang halus tidak menempel dan menggumpal serta mengering. Minyak dan partikel halus pada lensa dapat mengaburkannya dan menyebabkan goresan. Hal ini menurunkan kemampuan lensa. Preparat yang tertinggal di atas meja mikroskop merupakan pertanda jelas suatukelalaian/kecerobohan.
Sebelum menyimpan mikroskop, meja mikroskop diatur lagi dan lensa objektif dijauhkan dari meja preparat dengan memutar alat penggeraknya ke posisi semula, kondensor diturunkan kembali, lampu dikecilkan intensitasnya lalu dimatikan (kalau mikroskop listrik).

Simplisia



SIMPLISIA
PENGERTIAN SIMPLISIA
            Menurut  departemen kesehatan RI simplisia adalah bahan alami yang digunakan untuk obat dan belum mengalami perubahan proses apapun dan kecuali dinyatakan lain, umumnya berupa bahan yang dikeringkan.
            Simplisia dibagi menjadi 3 yaitu :
1.      Simplisia Nabati : terbuat dari nabati (tanaman). Dapat berupa tanaman utuh,eksudat                     tanaman atau gabungan ketiganya.
2.      Simplisia Hewani :simplisia dari  hewani (hewan). Dapat berupa hewan utuh atau zat-                    zat berguna yang dihasilkan oleh hewan dan belum berupa bahan                                    kimia. Contohnya : oleum iecoris aselli,mel depuratum (madu)
3.      Simplisia pelikan/mineral : simplisia berupa bahan pelikan atau mineral yang belum                         atau telah diolah dengan cara sederhana dan belum berberupa bahan                kimia murni. Contohnya : sebuk seng, serbuk tembaga.
PEMBUATAN SIMPLISIA
1.      Pengumpulan bahan baku
            Yang perlu diperhatikan dalam pengumpulan bahan baku adalah :
1)      Bagian tanaman yang digunakan
2)      Umur tanaman
3)      Waktu panen
4)      Lingkungan tempat tumbuh
2.      Sortasi basah
     Sortasi basah ini bertujuan untuk memisahkan kotoran-kotoran  atau bahan asing Lainnya dari simplisia. Termasuk tanah, Tanah mengandung bermacam macam mikroba Dalam jumlah yang tinggi, pembersihan ini dapat mengurangi jumlah mikroba pada tanah.
3.      Pencucian
Pencucian ini bertujuan untuk menghilangkan tanah dan kotoran lain yang melekat pada bahan simplisia. Pencucian ini dilakukan menggunakan air bersih , dan dilakukan berulang kali hingga bahan siplisia menjadi bersih.
4.      Perajangan
            Beberapa jenis bahan simplisia perlu mengalami proser perajangan. Perajangan ini dilakukan intuk memprmudah proses pengeringan,pengepakkan dan penggilingan. Tanaman utuh tidak boleh langsung dirajang, tetapi harus dijemur dalam keadaan utuh selama 1 hari. Perajangan dapat dilakukan dengan pisau atau alat perajang khusus sehingga diperoleg irisan tipis dengan ukuan yang dikehendaki.semakin tipis bahan maka semakin cepat penguapan air sehingga mempercepat waktu pengeeringan.
            Akan tetap perajangan juga dapat menyebabkan berkurangnya zat bekhasiat yang mudah menguap,sehingga mempengaruhi komposisi,bau dan rasa yang diinginkan
5.      Pengeringan
            Pengeringan ini bertujuan untuk  mengurangi kadar air, menjamin dalam pennyimpanan, mencegah pertrumbuhan jamur , mencegah terjadinya reaksi enzimatik yang dapat menurunkan mutu.
            Faktor yang mempengaruhi pengeringan :
1)      Suhu (bergantung pada bahan dan cara)
2)      Kelembapan udara
3)      Aliran udara
4)      Waktu pengeringan
5)      Luas permukaan bahan
Suhu terbaik pengeringan adalah tidak kurang dari 600C, dan yang mengandung senyawa aktif harus dikeringkan pada suhu serendah mungkin.
                        Ada 2 cara pengeringan :
1)      Pengeringan alamiah yaitu pengeringan menggunakan sinar matahari langsung,atau bisa dengan cara diangin-anginkan tanpa sinar matahari contohnya simplisia dalam bentuk bunga, daun atau yang mengandung senyawa aktif mudah menguap
2)      Pengeringan buatan
Kerugian menggunakan pengeringan alamiah dapat dicegah menggunakan pengeringan buatan ini. Karena suhu, kelembapan, tekanan, dan aliran udara dapat diatur.


6.      Sortasi kering
            Tahap ini merupakan tahap terakhir pembutan simplisia . tahap ii bertujuan untuk memisahkan benda asing seperti bagian bagian tanaman yang tidak diinginkan dan kotoran lain yang masih ada dan tertinggal pada simplisia yang sudah kering